Beranda Ekonomi 3 Bandara Terpadat Di Indonesia Akan di Kembangkan

3 Bandara Terpadat Di Indonesia Akan di Kembangkan

7
0

BisnisRiau, Tangerang – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan kerja ke Bandara Internasional Soekarno Hatta. Dalam kunjungannya tersebut, Menhub melakukan rapat tertutup dengan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso, Direktur Utama Angkasa Pura II (APII) dan Direktur Utama AirNav Novie Riyanto.

Ditemui usai rapat, Menhub Budi mengatakan, dalam pertemuan tersebut, pihaknya membahas mengenai kondisi 3 Bandara yang ada di Indonesia. Ketiga bandara tersebut yakni Soekarno Hatta, Papua dan Bali.

“Hari ini saya ke airnav mendengarkan dan melihat rencana improvement yang dilakukan airnav di 3 lokasi. Karena 3 lokasi ini adalah 3 lokasi yang penting dan dengan tingkat kepadatan yang cukup tinggi. Yaitu Jakarta, Bali dan Papua,” ujarnya saat ditemui di Kawasan Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Sabtu (3/1/2018).

Untuk di Jakarta lanjut Budi, pihaknya bersama dengan stakeholder yang ada berencana untuk membangun Runway yang ketiga. Saat ini, Bandara Soekarno Hatta baru memiliki 2 Runway yang digunakan.

“Jakarta, kita ingin memperbaiki movement di sini dengan melakukan berbagai hal. Kita nanti akan membangun runway ketiga, nanti kita akan mendapatkan keuntungan, mendapatkan movement yang jauh lebih tinggi di atas 100. Runway 3 itu sendiri tidak independen. Ada satu kondisi, jaraknya tidak lebih dari 250 meter. Tapi pada saat itu Soetta akan lebih baik, lebih safety terutama dari segi maintenance,” ucap Budi

“Kalau sekarang ini kalau kita lagi maintenance, kita ambil dengan tetap dipergunakan. Kalau nanti begitu ada satu maintenance, kita pakai 2, yang satu di maintenance. Ini karena Ibu Kota, kita harus pastikan proses maintenance itu berjalan baik,” imbuhnya.

Lalu khusus Bandara di Bali, rencana untuk melakukan penambangan movement pesawat per hari. Nantinya, pergerakan pesawat akan ditingkatkan menjadi 35 movement per hari dari sebelumnya yang hanya 28 movement per hari.

Movement-nya yang tadinya 28 jadi 35. Sehingga satu hari itu cukup. Ini satu hal yang penting karena hari itu adalah hari yang penting untuk promosi khususnya pariwisata di Bali,” jelasnya.

Sementara improvement juga akan dilakukan pada dua bandara yang ada di Papua. Berbeda dengan kedua bandara sebelumnya, bandara yang ada di Papua ini akan difokuskan untuk meningkatkan level of safety (keselamatan).

“Kalau di Jakarta ini berkaitan dengan level of service, kalau di sana, level of safety. Safetynya belum optimal. Selain kita meningkatkan alat-alat, membuat rute, kita juga harus gunakan dua bandara lain yang namanya Timika dan Dekai sebagai titik berangkat ke bandara-bandara lain. Karena issue di Papua, dengan kepadatan yang tinggi dan window time cuma 2 jam di pagi hari, itu padat sekali. Kalau mereka berangkat dari 3 titik, berarti kan probability-nya jadi lebih banyak,” jelasnya.

Sumber : Okezone.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.